Harga minyak anjlok pada hari Kamis setelah muncul laporan bahwa pasukan AS menembaki kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz, sehingga meningkatkan kekhawatiran potensi konflik Timur Tengah yang lebih luas sekaligus memicu volatilitas tajam di pasar kripto.
Media pemerintah Iran mengklaim militer AS menyerang kapal tanker berbendera Iran dan pasukan Iran membalas dengan menembakkan rudal ke unit angkatan laut AS yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz. Pejabat AS mengonfirmasi adanya pertemuan dengan kapal tanker Iran, tapi mereka membantah laporan bahwa kapal perang Amerika terkena serangan.
Menurut media Iran seperti IRIB dan Fars News Agency, rudal Iran menargetkan kapal angkatan laut AS setelah insiden kapal tanker tersebut. Teheran menggambarkan tindakan itu sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai agresi Amerika di perairan kawasan.
Sementara itu, US Central Command mengonfirmasi bahwa pasukannya menembakkan tembakan peringatan dan kemudian menonaktifkan kapal tanker tersebut setelah diduga mengabaikan perintah dan mencoba menembus blokade laut yang berkaitan dengan konflik AS-Iran yang sedang berlangsung.
Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik penting energi dunia, membawa sekitar 20% pengiriman minyak dan LNG global. Setiap gangguan langsung memengaruhi harga energi, ekspektasi inflasi, dan sentimen investor secara luas.
Guncangan geopolitik ini segera berdampak ke aset digital. Bitcoin dan sejumlah altcoin utama sempat turun karena trader mengurangi eksposur ke aset berisiko di tengah kekhawatiran akan eskalasi militer lebih luas.
tetapi, pasar kripto stabil setelah harga minyak berbalik turun tajam, dengan beberapa analis melihat aksi jual ini hanya penyesuaian sementara, bukan karena penurunan permintaan jangka panjang.
Trader minyak juga mulai menilai ulang apakah konfrontasi terbaru ini benar-benar akan mengganggu arus pengiriman, atau hanya akan menjadi ketegangan militer yang terbatas.
Penurunan harga minyak mentah yang terjadi dengan cepat mengejutkan beberapa analis yang awalnya memperkirakan kekhawatiran suplai akan mendorong lonjakan harga energi berikutnya.
Trader kini terus memantau pernyataan lanjutan dari Teheran, Washington, dan US Central Command untuk mendeteksi tanda-tanda eskalasi atau deeskalasi.
Setiap gangguan yang dikonfirmasi terhadap aktivitas pengiriman di Selat Hormuz bisa saja memicu kembali volatilitas di pasar minyak, saham, dan aset kripto.


