Nvidia mencetak kuartal luar biasa lagi, melampaui perkiraan Wall Street dalam pendapatan, laba, dan pertumbuhan data center karena permintaan global terhadap infrastruktur AI yang semakin meningkat.
Hasil Nvidia makin memperkuat posisinya di pusat ledakan AI, serta panduan yang kuat menunjukkan bahwa para hyperscaler tetap aktif berinvestasi pada kapasitas komputasi generasi berikutnya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan kabar terbaru secara langsung
NVIDIA melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar US$81,62 miliar, melampaui perkiraan analis yang sebesar US$79,19 miliar. Laba per saham yang disesuaikan juga mencapai US$1,87, lebih tinggi dibandingkan prediksi sebelumnya.
Divisi data center milik perusahaan, yang menjadi mesin utama reli AI, menghasilkan pendapatan US$75,2 miliar—melampaui perkiraan sebesar US$73,48 miliar.
Nvidia juga memproyeksikan pendapatan kuartal kedua antara US$89,18 miliar hingga US$92,82 miliar, jauh di atas ekspektasi Wall Street yang sebesar US$87,36 miliar.
Hasil ini menyoroti masih kuatnya belanja terkait AI dari para penyedia layanan cloud besar dan pelanggan perusahaan yang berlomba memperluas kapasitas komputasi mereka demi mendukung model generative AI dan proses inference.
Nvidia menyampaikan bahwa permintaan terhadap arsitektur AI Blackwell-nya terus meningkat, yang mendorong rekor penjualan di kalangan hyperscaler, proyek AI pemerintah, dan perusahaan di berbagai sektor.
Perusahaan ini juga mengumumkan struktur pelaporan baru yang berfokus pada dua platform utama: Data Center dan Edge Computing. Menurut Nvidia, kerangka ini lebih mencerminkan strategi pertumbuhan jangka panjangnya karena kebutuhan AI meluas melampaui infrastruktur cloud terpusat.
Investor memantau perkembangan peluncuran Blackwell karena pada awal tahun sempat muncul kekhawatiran mengenai keterbatasan pasokan dan risiko eksekusi. Kenyataannya, kuartal terbaru menunjukkan Nvidia masih punya kekuatan dalam penetapan harga dan mampu meningkatkan produksi lebih cepat dari perkiraan.
Menurut Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.com, kinerja keuangan Nvidia kini punya makna yang jauh melampaui perusahaan itu sendiri.
Memang, aset kripto AI langsung menguat setelah berita ini, dengan market cap sektor tersebut naik hampir 2% menjadi US$24,39 miliar.
Reaksi pasar ini mencerminkan pengaruh Nvidia yang makin luas di saham, semikonduktor, token AI yang terhubung ke kripto, dan sentimen risiko secara keseluruhan.
Panduan kuat dari Nvidia sering diartikan sebagai konfirmasi bahwa tren belanja modal di bidang AI tetap terjaga.
Sekarang perhatian pasar akan tertuju pada peningkatan kapasitas produksi sistem Blackwell milik Nvidia, margin kotor pada masa depan, serta kelanjutan belanja untuk AI dari perusahaan seperti Microsoft, Amazon, dan Google.
Karena Nvidia memperkirakan akan kembali mencetak rekor pendapatan pada kuartal berikutnya, investor kemungkinan akan mengawasi apakah permintaan AI tetap kuat hingga paruh kedua 2026 saat persaingan, pembatasan ekspor, dan kekhawatiran valuasi makin meningkat.
