Saham Nvidia naik lebih dari 2% pada Kamis sore setelah muncul laporan bahwa CEO Jensen Huang akan bergabung bersama Presiden Donald Trump dalam kunjungan mendatang ke China minggu depan.
NVIDIA Corporation, NVDA
Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14 dan 15 Mei. KTT tersebut diperkirakan akan membahas sengketa perdagangan, teknologi, dan unsur tanah jarang.
Para investor melihat berita ini sebagai potensi peluang bagi Nvidia untuk mendapatkan kembali akses ke pasar chip AI China, yang telah menutup pintu bagi perusahaan selama bertahun-tahun.
Menurut Semafor, pemerintahan Trump juga mengundang para eksekutif dari Apple, Boeing, Exxon, Qualcomm, Blackstone, Citigroup, dan Visa untuk bergabung dalam perjalanan tersebut.
Qualcomm mengonfirmasi telah menerima undangan tetapi menolak berkomentar lebih lanjut. CEO Citigroup Jane Fraser juga dikonfirmasi sebagai orang yang diundang oleh seseorang yang mengetahui hal tersebut.
Gedung Putih, Nvidia, Apple, dan Visa tidak merespons permintaan komentar. Blackstone dan Boeing menolak berkomentar.
Beberapa hari sebelum laporan perjalanan tersebut muncul, Huang secara terbuka menyatakan bahwa Nvidia kini tidak memiliki pangsa pasar GPU AI China sama sekali. Ini merupakan akibat dari bertahun-tahun pembatasan ekspor AS yang menargetkan chip canggih.
Pembatasan tersebut dimulai pada Oktober 2022 di bawah pemerintahan AS sebelumnya dan terus berlanjut sejak saat itu. Tujuannya adalah untuk membatasi akses China terhadap teknologi yang dapat digunakan untuk keperluan militer atau pengawasan.
Pada April 2025, pemerintahan Trump memberlakukan larangan ekspor tanpa batas waktu untuk chip H20 Nvidia ke China, Hong Kong, dan Makau. Hal ini memaksa Nvidia untuk menghapus proyeksi penjualan dan keuntungan dari China dalam perkiraan pendapatannya.
Trump kemudian memberikan persetujuan terbatas bagi Nvidia untuk mengekspor chip H200-nya ke China dengan kondisi tertentu. Namun, beberapa anggota parlemen telah menentang bahkan akses terbatas tersebut.
Pejabat federal dilaporkan sedang mengerjakan aturan baru yang mengharuskan persetujuan pemerintah untuk ekspor chip AI ke semua negara, bukan hanya China. Hal itu akan menambah lapisan kompleksitas lain bagi penjualan global Nvidia.
Nvidia menargetkan pendapatan tahunan setidaknya $1 triliun pada tahun 2027. Mendapatkan kembali sebagian dari pasar China akan menjadi langkah penting menuju tujuan tersebut.
Boeing juga memiliki kepentingan dalam perjalanan ke China ini. CEO Kelly Ortberg mengatakan kepada Reuters pada April bahwa perusahaan bergantung pada pemerintahan Trump untuk membantu menutup pesanan pesawat yang telah lama ditunggu dari China.
Sumber industri menyebutkan bahwa potensi kesepakatan tersebut bisa mencakup 500 pesawat Boeing 737 MAX ditambah puluhan pesawat berbadan lebar. Ini akan menjadi pesanan Boeing besar pertama China sejak 2017.
Di Wall Street, Nvidia memegang peringkat konsensus Strong Buy dari para analis, dengan 40 Beli, satu Tahan, dan satu Jual dalam tiga bulan terakhir. Target harga rata-rata sebesar $274,38 mengimplikasikan kenaikan sekitar 29% dari level saat ini.
The post Trump China Summit: Nvidia, Apple and Qualcomm CEOs Invited — What Investors Need to Know appeared first on CoinCentral.


