Perangkat pembayaran pertama Cash App yang mendukung NFC, Magic Wand seharga US$25, langsung habis terjual tidak lama setelah diluncurkan pada 4 Juni, menandai debut lini hardware “Cash App Tags” baru dari Block.
Penjualan yang cepat ini menandakan tingginya minat konsumen terhadap alat pembayaran berbentuk aksesori, terutama di kalangan pengguna muda. Pengguna-pengguna ini memang sudah menjadikan platform tersebut sebagai pusat aktivitas keuangan mereka.
Magic Wand terinspirasi langsung dari tren viral di media sosial, di mana pengguna menyembunyikan kartu tap-to-pay di dalam tongkat buatan sendiri untuk melakukan pembayaran nirsentuh di toko maupun acara. Block kemudian mewujudkan konsep ini dengan perangkat berwarna mutiara dengan ujung berbentuk bintang seharga US$25. Perangkat ini juga dilengkapi gantungan kunci supaya bisa dipasang ke tas atau pakaian.
Tongkat ini terhubung ke Cash App Card dan berjalan di jaringan tap-to-pay milik Visa. Perangkat ini kompatibel dengan semua terminal yang mendukung pembayaran nirsentuh. Pengguna akan menerima notifikasi pembelanjaan secara instan serta bisa mengunci atau menonaktifkan tag ini dari jarak jauh jika tag hilang. Block juga menyampaikan bahwa mereka memantau transaksi tag ini secara real-time untuk mencegah penipuan.
Thomas Templeton, pimpinan hardware di Block, menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan upaya untuk membawa pembayaran ke ranah publik.
Peluncuran ini memperkuat dorongan Block untuk merangkul generasi muda. Menurut data yang dikutip perusahaan, satu dari lima remaja di AS telah memegang Cash App Card. Pada April 2026, Cash App juga meluncurkan kartu debit yang bisa diawasi orang tua untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, sehingga memperluas target pengguna ke usia yang lebih muda.
Block juga terus memperluas produk hardware mereka melebihi sekadar pembayaran. Tahun ini, perusahaan meluncurkan wallet Bitcoin Block Bitkey mereka dengan integrasi baru bersama Cash App.
Peluncuran Magic Wand terjadi beberapa bulan setelah Block melakukan restrukturisasi besar-besaran. Pemutusan hubungan kerja (PHK) berbasis AI oleh Jack Dorsey memangkas jumlah pegawai sekitar 40%, sehingga jumlah karyawan kini di bawah 6.000 orang. Dampak restrukturisasi Block AI sempat menjadi sorotan terkait waktu serta skalanya, akan tetapi perusahaan kini kembali fokus pada produk konsumen, termasuk Cash App.
Block telah mengonfirmasi bahwa varian tag lain sedang dikembangkan, dengan beberapa edisi terbatas yang direncanakan rilis sebelum nantinya beberapa versi akan tersedia secara permanen pada musim panas ini.
Apakah larisnya Magic Wand ini akan menjadi perubahan jangka panjang terkait cara konsumen menyimpan metode pembayaran, atau hanya tren sesaat saja, sepertinya baru bisa terlihat jelas setelah stok tersedia kembali.
